Ingin Jaminkan Rumah? Ini Cara bank Menghitung Harga Rumah

Bagaimana cara bank menghitung harga rumah? Pertanyaan ini terkadang disepelekan oleh nasabah yang akan mengajukan kredit dengan jaminan rumah. Memang sih, menjaminkan rumah adalah pilihan yang tepat. Selain bisa ditempati, pihak bank juga cenderung lebih menyukai kredit dengan jaminan rumah. Sisi lain, periode kredit bisa lebih panjang dari jaminan selain rumah. Prosedurnya juga tidak terlalu ribet. Pengaju kredit, hanya menyerahkan sertifikat dan sejumlah dokumen persyaratan ke bank.

Untuk kepentingan tertentu, suatu hari Anda butuh anggaran 300 juta, sedangkan anggaran yang tersedia tidak mencukupi. Kredit adalah salah satunya pilihan. Karena rumah adalah barang yang hampir tak pernah mengalami depresiasi atau penurunan nilai. alhasil, rumah menjadi pilhan satu satunya untuk dijadikan jaminan. Namun sayang, rumah besar yang Anda jadikan jaminan, ternyata tidak mencukupi untuk meminjam jumlah sesuai yang Anda inginkan dari bank. Kenapa? Bukankah yang saya ingin pinjam hanya 300 juta. Sedangkan rumah Anda, dibangun dengan total nilai 1,5M.

Ilustrasi harga Rumah

Ilustrasi harga Rumah

Kasus seperti di atas, kerap membuat kita bingung. Kenapa bank demikian tega? Bisik hati kita menyalahkan pihak bank. Apa yang salah? Tidak ada yang salah, hanya saja kita tidak mengetahui cara bank menghitung harga rumah.

Saat Anda mengajukan kredit dengan jumlah tertentu dengan jaminan yang Anda anggap sesuai dengan jumlah yang diajukan, pihak bank punya cara hitung sendiri. Anda mengajukan pinjaman 300 juta, nominal itu bisa jadi tidak diterima begitu saja oleh bank. Bank hanya bisa memberikan 100 juta saja, kenapa? Karena bank punya cara hitung sendiri. Ini yang harus kita pahami.

Lalu bagaimana cara bank menghitung harga rumah jaminan? Ada beberapa pendekatan yang dipakai. Pertama, pendekatan harga pasar. Misalnya, harga rumah sekitar Anda dengan type yang sama atau mirip, hanya senilai 700 juta saja, maka harga itu akan menjadi harga pembanding. Type yang sama adalah perbandingan dari sisi luas tanah dan bangunan, material bangunan, termasuk jenis lantai apakah marmer, keramik dan lain-lain, dan lokasi pembanding. Maka bank akan mengambil harga lebih kecil/ sedikit di bawah harga pembanding.

Kedua, cara bank menghitung harga rumah dengan pendekatan biaya. Rumusnya adalah Nilai pasar = harga tanah + nilai bangunan dan sarana pelengkap yang ada. Pihak bank akan melakukan survey. Melakukan cek and ricek harga ke sekitar rumah Anda dan harga pasar secara umum. Lalu menghitung harga yang terkait rumah yang akan dijaminkan. Misalnya harga tanah lokasi rumah permeter persegi, harga bahan bangunan, dll, serta prediksi perkembangan harga yang akan terjadi.

harga rumah

Dua pendekatan tadi, sangat dipengaruhi juga oleh kondisi rumah dan sekitarnya, serta sejauh mana kemampuan Anda untuk membayar kredit tersebut. Misalnya, nilai rumah Anda 1,5M, tapi berada di lokasi rawan longsor, tentu pihak bank akan menjadikan faktor tersebut sebagai faktor penting menghitung nilai rumah yang dijaminkan.

Yang sangat penting juga untuk diketahui, rata-rata bank hanya bisa memberikan pinjaman maksimal 70-80 persen dari nilai rumah, setelah dihitung nilai harga rumah yang dijaminkan berdasarkan rumus cara bank menghitung harga rumah.

Harga Rumah

Related Post

Leave a reply